Sunday, May 5, 2013

Kisah Raja dan Empat Istrinya


Bismillahirrahmaanirrahiim..

Posting kali ini akan menceritakan sebuah kisah seorang Raja. Berikut selengkapnya selamat membaca.

Al Kisah ada seorang raja yang mempunyai 4 orang istri. Dari keempat istri tersebut, istri keempatlah yang paling dicintainya, beliau selalu ada disisi istri keempat kapanpun yang ia butuhkan. Begitu juga terhadap istri yang ketiga, sang raja selalu mencintainya meskipun tidak melebihi cintanya kepada istri yang keempat. Kemudian istri yang kedua, sang raja pun mencintai istri yang kedua, tetapi hanya pada saat istri keduanya membutuhkan sang raja akan ada di sisinya. Tetapi nasib malang menimpa istri yang pertama, ia seolah tidak memperdulikan akan kehadiran istri yang pertama. Kehidupan sang istri pun dicampakkan begitu saja. Sampai sang istri jatuh sakit pun sang raja tidak peduli sama sekali.

Hingga pada suatu ketika sang raja jatuh sakit dan beliau pun merasa dirinya sudah di akhir hayat. Kemudian beliau memanggil para istrinya, tak lama kemudian istri keempat datang, sang raja pun bertanya "wahai istriku yang paling kucinta, aku merasa hidupku tak kan lama lagi. Maukah kau menemaniku di alam kubur nanti?". Dengan santainya sang istri menjawab, "Maaf aku tidak bisa", kemudian ia pun pergi. Melihat tingkah laku sang istri, raja pun menangis. Kemudian beliau memanggil istri ketiga dan menanyakan hal yang sama, namun jawabannya tetap sama. Sang raja tetap tegar dan memanggil istri kedua, tak lama istri kedua menghampiri sang raja. Lalu beliau menanyakan hal yang sama, dengan berlinang air mata sang istri pun menjawab, "Wahai rajaku, maaf aku tidak bisa menemani dirimu di alam kubur nanti, aku hanya bisa mengantarkanmu sampai ke liang lahat". Sang raja menjadi putus asa, hingga suatu saat seorang wanita yang tidak dikenalinya datang menghampirinya, lalu ia berkata, "Wahai rajaku, aku bersedia menemanimu di alam kuburmu". Sang raja terheran akan jawaban seorang wanita tersebut. Kemudian ia tersadar bahwa wanita tersebut adalah istri yang pertama. Sang raja pun terrharu mendengar jawaban yang tulus dari sang istri pertama. Beliau berkata, "wahai istriku maafkan aku yang telah menyia-nyiakan dirimu".

Sahabat Muslim, begitulah sepenggal kisah yang bisa kita ambil perumpamaan. Raja itu ibaratkan diri kita yang berkuasa penuh atas apa yang ada dalam diri ini. Lalu istri keempat itu ibaratkan tubuh kita, tubuh yang selama ini kita rawat, kita cintai, namun pada akhirnya tubuh ini akan hancur di alam kubur dan tidak bisa menemani kita di akhirat. Kemudian istri ketiga itu ibaratkan harta kita, harta yang selalu kita cari dan kita banggakan, tak akan menemani kita di alam kubur.

Lalu istri kedua itu ibaratkan keluarga, sahabat, tetangga.  keluarga yang selalu menyayangi kita, Sahabat yang selalu ada saat kita membutuhkan, takkan bisa menemani kita di alam kubur nanti, hanya bisa mengantar kita sampai ke liang lahat. tetapi istri pertama ini ibaratkan amal perbuatan kita selama di dunia, amal baik, iman kita-lah yang akan menemani kita sampai di alam kubur nanti.

maka dari itu janganlah kita menyia-nyiakan kehidupan kita selagi masih muda, perbanyaklah amal baik kepada sesama, perkuatlah iman - islam kita agar terhindar dari perbuatan yang sesungguhnya sangat merugikan kita.

0 comments:

Post a Comment

Theme images by fpm. Powered by Blogger.

© 2011 Sepatah Kata, Sebuah Kisah, AllRightsReserved.

Designed by ScreenWritersArena