Assalamu'alaykum sobat bloggers gimana kabarnya sore hari ini, semoga baik-baik saja. Sembari menunggu maghrib kali ini saya akan memposting tentang sebuah kisah yang saya ambil dari sebuah buku yang sudah dimakan usia, namun makna dibalik isi dari buku ini menjadi bahan renungan bagi kita semua.
Bismillahirrahmaanirrahiim.
Suatu hari ketika Khalifah Umar bin Khattab R.A menunggu berita hasil pertempuran pembebasan Qadisiyah, datanglah sebagian rombongan pasukan yang pulang dengan menunggangi kuda. Dengan berjalan kaki, Khalifah Umar menghampiri salah seorang prajurit.
"Wahai saudaraku, ceritakanlah semua peristiwa yang terjadi di medan perang. Aku ingin segera mengetahui jalannya pertempuran itu." kata Khalifah Umar.
Dengan masih berada di atas punggung kudanya, si prajurit itu menceritakan jalannya pertempuran di Qadisiyah yang dimenangkan oleh pasukan Mulimin.
Prajurit itu terus bercerita sambil menjalankan kudanya perlahan-lahan, sementara Khalifah Umar berjalan disampingnya mengikuti sambil mendengarkan.
Setelah berjalan cukup lama, tak terasa mereka telah sampai di perbatasan kota Madinah. Melihat kedatangan Khalifah Umar, masyarakat pun serentak mengucapkan salam kepada Khalifah.
Melihat hal itu, si prajurit pun sangat terkejut. Ternyata orang yang berjalan kaki mengikutinya adalah Khalifah Umar. Dengan menahan malu yang amat sangat, prajurit itu turun dari punggung kudanya lalu meminta maaf kepada Khalifah Umar.
"Maafkan saya yang bodoh dan buta ini, ya Amirul Mukminin. Dan mengapa anda tidak menceritakan terlebih dahulu bahwa anda adalah Khalifah Umar?" kata prajurit itu menahan rasa malu.
"Yang pasti, Amirul Mukminin itu bukanlah dirimu," jawab Khalifah Umar.
Nah gimana sobat bloggers menarik bukan ceritanya..?
Cerita diatas dapat menjadi bahan renungan bagi kita semua, para generasi muda calon pemimpin bangsa. Semoga apa yang saya tulis dapat bermanfaat kurang lebih saya mohon maaf apabila terdapat kesalahan, karena kebenaran hanyalah milik Allah semata.
Akhirukalam Wassalam..
Read More
Bismillahirrahmaanirrahiim.
Suatu hari ketika Khalifah Umar bin Khattab R.A menunggu berita hasil pertempuran pembebasan Qadisiyah, datanglah sebagian rombongan pasukan yang pulang dengan menunggangi kuda. Dengan berjalan kaki, Khalifah Umar menghampiri salah seorang prajurit.
"Wahai saudaraku, ceritakanlah semua peristiwa yang terjadi di medan perang. Aku ingin segera mengetahui jalannya pertempuran itu." kata Khalifah Umar.
Dengan masih berada di atas punggung kudanya, si prajurit itu menceritakan jalannya pertempuran di Qadisiyah yang dimenangkan oleh pasukan Mulimin.
Prajurit itu terus bercerita sambil menjalankan kudanya perlahan-lahan, sementara Khalifah Umar berjalan disampingnya mengikuti sambil mendengarkan.
Setelah berjalan cukup lama, tak terasa mereka telah sampai di perbatasan kota Madinah. Melihat kedatangan Khalifah Umar, masyarakat pun serentak mengucapkan salam kepada Khalifah.
Melihat hal itu, si prajurit pun sangat terkejut. Ternyata orang yang berjalan kaki mengikutinya adalah Khalifah Umar. Dengan menahan malu yang amat sangat, prajurit itu turun dari punggung kudanya lalu meminta maaf kepada Khalifah Umar.
"Maafkan saya yang bodoh dan buta ini, ya Amirul Mukminin. Dan mengapa anda tidak menceritakan terlebih dahulu bahwa anda adalah Khalifah Umar?" kata prajurit itu menahan rasa malu.
"Yang pasti, Amirul Mukminin itu bukanlah dirimu," jawab Khalifah Umar.
Nah gimana sobat bloggers menarik bukan ceritanya..?
Cerita diatas dapat menjadi bahan renungan bagi kita semua, para generasi muda calon pemimpin bangsa. Semoga apa yang saya tulis dapat bermanfaat kurang lebih saya mohon maaf apabila terdapat kesalahan, karena kebenaran hanyalah milik Allah semata.
Akhirukalam Wassalam..